|
Press Release Menjelang 2 Dekade, Plaza Atrium Segitiga Senen menghadirkan Wajah Baru dan Kampanye CSR CSR Focus: Less Plastic to Save the Earth Plaza Atrium Segitiga Senen memasuki usia 2 dekade pada tahun 2012. Di usianya yang matang, Plaza Atrium Segitiga Senen merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang tidak hanya terkenal di kota Jakarta, tetapi juga nusantara. Pusat Onderdil Plaza Atrium (POPA) mempunyai banyak pelanggan dari luar kota. Event Atrium Model Award (AMA) yang merupakan icon dari Plaza Atrium Segitiga Senen mempunyai banyak peserta yang berasal dari Kepulauan Sumatra, Nusa Tenggara, Kalimanatan, dan daerah lainnya. Seiring dengan ulang tahun 2 dekade-nya, pengelola Plaza Atrium Segitiga Senen akan menghadirkan konsep baru untuk memperkuat positioning Plaza Atrium Segitiga Senen. Perubahan dan penambahan area sewa dan tenant mix juga akan dilakukan. Area sewa ini akan dipenuhi oleh retailer fashion dan area resto. Selain itu, pengelola juga akan melakukan perombakan besar-besaran pada façade Plaza Atrium Segitiga Senen. Dengan perombakan ini, tampilan luar akan menjadi lebih modern. Restoran-restoran akan memiliki area balkon sehingga para pengunjung dapat menikmati suasana outdoor yang nyaman, menghadap Jalan Senen Raya. Tak hanya pembangunan fisik yang dilakukan, Plaza Atrium Segitiga Senen juga turut berperan serta dalam tanggung jawab sosialnya atau Corporate Social Responsibility., dimana sebuah perusahaan harus memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Plaza Atrium Segitiga Senen akan menggalakkan kegiatan CSR-ya khususnya terhadap pengunjung. Tujuan dari penyelenggaraaan kegiatan CSR ini adalah kampanye pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat secara umum. Lebih luas lagi adalah mengenai prinsip pengelolaan profesional terhadap kepedulian kepada pelanggan, lingkungan, sumber daya manusia hingga mengembangkan potensi yang dimiliki komunitas dan lingkungan sosial. Program CSR yang akan kami lakukan bersifat edukasi, yaitu memberikan pengetahuan kepada masyarakat, mulai dari lingkup yang kecil, dalam hal ini adalah pengunjung Plaza Atrium Segitiga Senen. Pada bulan Januari ini, Plaza Atrium Segitiga Senen mengangkat tema pelestarian bumi sebagai program pertama CSR-nya, disebut dengan Less Plastic to Save the Earth. Salah satu cara untuk melestarikan bumi adalah dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Misi dari kampanye pelestarian lingkungan adalah melatih dan menghimbau pengunjung Plaza Atrium Segitiga Senen, untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus memberikan pengetahuan kepada pengunjung bahwa plastik merupakan musuh lingkungan karena sampah plastik dikenal tidak mudah untuk dihancurkan, sehingga menciptakan limbah yang tidak baik untuk lingkungan. Atas dasar misi itulah, maka kami akan memberikan ribuan tas belanja secara gratis yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang-ulang kepada pengunjung yang berbelanja di Plaza Atrium, mulai tanggal 18 Januari 2012. Pengunjung yang berbelanja dan membawa kantong plastik akan kami tukar dengan tas tersebut. Tujuan awal yang kami harapkan adalah pengunjung dapat membawa tas tersebut ketika berbelanja sehingga terlatih untuk menggunakan lebih sedikit kantong plastik. Tujuan jangka panjang yang kami harapkan adalah menanamkan kesadaran dari setiap pengunjung untuk mulai melestarikan bumi sebagai tempat mereka berpijak, karena dengan usia bumi yg semakin tua dan banyaknya timbul permasalahan baru yg terjadi karena perubahan faktor alam & cuaca secara ekstrim, dapat mengakibatkan bencana alam dan gejala yg timbul akibat pemanasan global. Di bulan-bulan yang akan datang, program CSR yang akan diadakan akan bertema the art of giving, pemberdayaan perempuan dan lainnya. Dengan hadirnya wajah baru dan program CSR yang berkesinambungan, Plaza Atrium Segitiga Senen semakin memperkuat posisinya menjelang usia 2 dekade. Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi Sherly di (021) 3853985 ext 207, HP: 08128770077 atau email:
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
. Less Plastic Go Green Plastic Make Our Earth Dying
Indonesia pembatasan kantong plastik diatur oleh UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah. DKI Jakarta adalah propinsi pertama merespon UU ini dengan menggulirkan program ‘Jakarta bebas penggunaan kantong plastik pada 2011!’. Tidak diketahui dengan jelas apa latar belakang DKI Jakarta merumuskan progam ini. Namun Fakta dilapangan menyatakan bahwa masih plastik atau lebih tepatnya wadah yang digunakan sebagai pembungkus (kantong) di Jakarta masih bertebaran di mana-mana. Mengutip data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), jumlah pengguna kantong plastik dalam negeri dalam setahun mencapai 594 juta kantong yang digunakan oleh 1,8 juta pelanggan retail. Menurut perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup, jumlah sampah plastik setiap hari 23.600 ton-dengan asumsi 230 juta penduduk Indonesia. Kini sampah plastik menumpuk hingga 6 juta ton, atau kira-kira setara dengan berat sejuta gajah dewasa. Kita dapat membayangkan bagaimana potret bumi dari aksi-aksi penggunaan plastic di Indonesia yang tidak mengindahkan keselamatan serta kemampuan planet ini untuk menguraikannya kembali. Gaya hidup yang tidak bersahabat dengan alam, sehingga akan menimbulkan banyak sampah dengan begitu pencemaranpun tak terhindarkan. Baik pencemaran tanah, air maupun udara. Sampah merupakan masalah yang tak akan ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada. Maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin meningkatlah produksi sampah. Dalam hal gaya hidup yang konsuntif sudah memakan banyak sekali korban, bukan hanya kita, tetapi juga alam raya ini berupa kerusakan lingkungan hidup. Bisa dibayangkan hingga saat ini saja terdapat ± 84 tempat Pusat Pembelanjaan di Jakarta, bila dalam satu hari orang berbelanja di satu mall membawa barang belanjanya dengan satu plastik saja sudah berapa ratus plastik yang terpakai dalam satu hari saja. Melihat fenomena tersebut, WALHI baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat daerah sejak awal tahun 2000 sudah menyuarakan kampanye kurangi penggunaan plastik. Pada tahun 2011 melihat belum signifikannya penurunan penggunaan kantong plastik sebagai wadah sekali pakai, WALHI kembali menyerukan kepada publik untuk mengurangi penggunaan plastik. Kampanye “ less use plastic, Plastic Make Our Earth Dying”. Telah di realese sejak Oktober 2011 dan secara terus menerus disuarakan diberbagai kesempatan. Bertepatan dengan Dua Dekade Atrium Plaza, dimana WALHI yang bekerja bersama dengan Plaza Atrium, Melanie Subono (supporting campaign), Sanggar Ciliwung Merdeka dan Kementrian Lingkungan Hindup (KLH) ini bertujuan untuk mengajak pengunjung Plaza Atrium dan masyarakat lainnya untuk melakukan perubahan gaya hidup terhadap konsumsi plastik. WALHI menyatakan bahwa masa depan planet ini akan sangat tergantung dengan kesadaran manusia dalam mengelola lingkungan. Penggunaan plastik yang bijak tentu saja akan berkontribusi guna memastikan kehidupan masa depan menjadi lebih baik dimana kenyamanan dan berkurangnya senyawa toksik yang disebabkan oleh pembakaran plastik dapat membuat hidup menjadi lebih baik. Sherly Tja sebagai Supervisor Marketing Communication Atrium Plaza mengatakan, pada peringatan Dua Dekade Plaza Atrium kali ini, kami ikut aktif memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya pengunjung atrium bahwa sampah plastik merupakan musuh lingkungan karena sulit dihancurkan, Untuk mendukung kampanye ini, WALHI juga membuka booth informasi tentang upaya penyelamatan lingkungan hidup dan mengajak para pengunjung Atrium Plaza untuk bergabung menjadi Sahabat Walhi. Booth informasi yang ada sejak 16 - 25 Januari 2012 tersebut bertempat di lantai 1 Plaza Atrium, Senen - Jakarta Pusat. 
|